Telepon dariku

“kamu mau telp sapa?” tanyanya sinis

“bukan sapa-sapa” ucapku sambil memutar-mutar handpone cdmaku.

Otakku mulai bepikir, siapa yang bisa kutelp malam itu. Dari kutak katik kontak,ku temukan sebuah nama. Langsung kutekan no tersebut. Terkadang aku memang aneh, suka menimbang-menimbang untuk menelpon no itu. Toh hanya no dia yang ada di handphone murah itu.

Nada tunggu satu
Nada tunggu dua
Nada tunggu tiga
nada tunggu lima
nada tunggu sembilan
“no yang anda…”

shit. Teriakku dalam hati sambil memencet tombol gambar merah dengan kesal

“lagi telp sapa?” tanya nya lagi

“bukan siapa-siapa”

Aku langsung pergi berlalu. Hatiku terus mengutuk orang yang baru saja kutelp. Mengapa dia selalu tidak ada ketika aku membutuhkannya

“kamu mau kemana?” tanyanya

“pulang” jawabku singkat

Aku melangkahkan kaki. Masih berharap agar dapat menghubunginya, dan terus memutar-mutar handphoneku dengan tangan kananku.

Nada tunggu satu
Nada tunggu dua

“Ya Halo…”

Lega akhirnya mendengar suara halo.
Tapi tunggu koq suara perempuan?

Kujauhkan handphone itu untuk melihat nama orang yang kutelpon detik itu.
Spontan jantungku seakan berhenti membaca nama itu

July 29, 2009
As_3d

Advertisements

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s