Ramadhan keempat

“Aaaaaaa!!!”

Teriakan itu menggema di pagi buta. Teriakan itu tidak melengking, tapi hanya seperti rintihan. Bersamaan dengan teriakan itu sebuah minibus menabrak seorang wanita muda. Wanita itu terjebak ditengah-tengah antara minibus dan sebuah tembok.

Pagi itu, merupakan pagi pertama, wanita itu kehilangan sebagian nyawanya.

***

Ramadhan pertama

“Dosa lo!!” ucap pria itu. Sinis.

“Makanya jadi anak, ga boleh kurang ajar sama orang tua”

Wanita itu termenung diam.

Tuhan, mengapa engkau tidak membuatku mati saja kemarin?

Wanita muda itu menatap kain yang melingkar di lehernya untuk mengantung tangan kirinya.

Seharusnya, ku tidak takut dengan operasi. Dengan begitu, aku bisa berharap mati di meja operasi

Wanita itu berbalik dan meninggalkan meja makan. Ia memutuskan tidak sahur malam itu. Selamanya tidak akan sahur di meja itu.

***
Nama : Dina
Usia : 22 thn
Tinggi Badan : 170 cm
Berat Badan : 75 kg

“kamu ga makan?”

Dina menggeleng pelan. Ia tidak nafsu makan semenjak kecelakaan itu.

“kamu harus makan. Jadi bisa minum obat. Cepet sembuh”

aku bisa minta mati ga ma?

***

Ramadhan kedua

“Apa?!?” ucap pria itu kaget

“Kamu serius, yang?”

Dina menganggukkan kepala yakin. Ia tidak mungkin bercanda untuk masalah seperti ini.

Pria dihadapan Dina tertunduk. Ia berkali kali mengeluarkan nafas berat.

“Tidak bisa. Aku…” ucap pria itu gugup
“Aku sudah punya tunangan di Jambi”

Dina terpaku. Tubuhnya bagai tersetrum listrik ratusan volt.

“Maafkan aku. Aku tidak pernah benar-benar mencintaimu”

***

Nama : Dina
Usia : 23 thn
Tinggi Badan : 170 cm
Berat Badan : 65 kg

“Kamu kenapa?” tanya wanita tua itu kepada Dina

Dina menggeleng pelan.

“Tidak apa-apa Ma”

“Patah hati?” Ibunya tersenyum penuh makna. Seperti sedang mengoda anaknya yang abg.

Dina meringis.

Ya… Tertawa saja Ma. Memang lucu kok kisah cintaku. Kaya cerita anak abg bukan?

Dina meninggalkan ibunya tanpa permisi.
kenapa dulu aku tidak operasi saja?

***

Ramadhan ketiga

Nama : Dina
Usia : 24 thn
Tinggi Badan : 170 cm
Berat Badan : 42 kg

“lo kaya mayat hidup!!”

Dina tersenyum lebar.

“Gw emang makhluk tak bernyawa. Hidup kaya robot. Mayat tapi idup”

Dina tertawa terbahak-bahak. Tubuh kurusnya bergetar mengikuti tawanya yang berlebihan.

“DINA !!! Ini bulan suci. Bulan Ramadhan!!! Bulan dimana semua doa dikabulkan! Jangan pernah berdoa yang aneh-aneh di bulan ini”

Dina tertawa lebih keras.

“Lo ga pernah tahu jadi gw! Gw membenci hidup gw! And gw juga benci lo!!”

Dina mengangkat kursi yang sedari tadi ia duduki. Ia melemparkan kursi itu lurus ke depan.

PRANGGG!!!

“Dina!! Apa-apaan ini?” bentak ibunya

Dina berbalik dan tidak berkata apapun. Ia meninggalkan
Ibunya bersama pecahan kaca meja riasnya.

***
Ramadhan keempat

Nama : Dina
Usia : 25 thn
Tinggi Badan : 170 cm
Berat Badan : 45 kg
Lahir : 29 February 1984
Wafat : 18 Agustus 2009

***

As_3d

Advertisements

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s