(Dee Series) The Wed

Didi berjalan anggun perlahan didampingi oleh ibu dan tantenya menuju meja di tengah gedung itu.
Pagi itu ia terbalut sebuah kebaya putih terbalut kristal swarosky.
Pagi itu ia tampil sangat cantik.
Karena itu adalah hari bersejarah dalam hidupnya.
Hari pernikahannya.

Didi menunduk ketika ia akhirnya duduk setelah berjalan dengan ketatnya kain yang ia pakai. Ia gugup memperlihatkan wajahnya kepada pria yang akan menjadi suaminya. Didi menunduk diam, hingga tanpa sadar ia melamun…

“Namanya Viena, tapi ia sering dipanggil dengan Via” ucap parau Aryo
“Dia model internasional, dan aku bertemu dengannya 5 tahun yang lalu dalam sebuah gala dinner yang diadakan salah satu klientku”
Didi tetap terdiam di dalam mobil mewah Aryo.

Didi menghela nafas. Ia berpikir.
Padanan yang cocok. Seorang eksekutif muda bernama Haryo Pradityo dengan model internasional bernama Viena. Model itu pasti sangat cantik, apalagi jika disandingan dengan ketampanan Aryo

Didi menoleh dan menatap wajah Aryo.
“Boleh aku bertemu dengannya?”
Aryo menghentikan mobilnya tiba-tiba, dan menoleh kaget ke Didi.
“Kenapa? Dia hanya masa laluku, sayang”
Didi mencoba tersenyum. “Aku pernah mengalaminya. Pacarku memutuskan diriku ketika tahu ia dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Menurutnya gadis pilihan kedua orang tuanya itu jauh lebih sempurna dibandingkan diriku. Rasanya sakit, yo…”
Didi menelan ludah untuk menahan air matanya
“Aku tidak mau menjadi penyebab rasa sakit hati wanita lain”
“Baiklah, besok akan kukenalkan”
“Jangan. Aku lebih baik pergi menemuinya saja sendiri”

Via sedang berada di kamar mandi apartmentnya ketika bel apartmentnya berbunyi. Dengan malas ia bejalan menuju pintu apartment. Dari lubang dari balik pintu Via melihat seorang wanita muda berdiri didepan apartmentnya. Via menaikkan sebelah alisnya. Ia tidak mengenali wanita itu.
“Via?” tanya wanita itu ketika Via membuka dan menyapa sekedarnya
Via mengangguk “Ada apa ya?”
“Saya Didi” Didi mengacungkan tangannya “Teman Aryo”
Via menjabat tangan Didi dan langsung tersenyum sumringah. Ia langsung mengajak masuk Didi ke apartmentnya.

Sejenak Didi ragu untuk maju melangkah memasuki apartment Via. Senyum Via yang sepertinya tulus malah membuat perasaan Didi semakin tidak enak. Via mempersilahkan Didi untuk duduk di salah satu sofa dan meminta ijin untuk berganti pakaian. Didi mengangguk dan duduk di sofa putih besar yang berhadapan dengan LCD TV 32″.
Didi memandang sekitar apartment bernuansa kuning gading itu. Di dinding apartment tergantung banyak sekali foto-foto dan lukisan abstrak. Tidak terlalu mewah untuk ukuran seorang model internasional.

Tak lama Via keluar dari kamarnya dan langsung menuju dapurnya
“Mau minum apa?”
“Apa saja. Terima kasih”
Via tersenyum dan langsung sibuk mempersiapkan minum untuk tamunya.

Didi mengamati tubuh kurus Via. Via telah mengganti jubah mandinya dengan tank-top hitam dan hotpans biru. Tubuh Via sangat sempurna. Putih bersih, wajahnya cantik walau saat itu ia terlihat belum menyentuh make-up sama sekali dan sangat ramah kepadanya.

Via menghampiri Didi dengan dua gelas orange jus ditangannya. Via tersenyum lebar dan mempersilahkan Didi minum.
“Gmana kabar Aryo?” ucap Via setelah duduk dihadapan Didi
“Baik” sapa Didi datar takut salah berbicara. Didi pun seperti tidak pede berhadapan dengan makhluk cantik seperti Via
Via menangkap kegelisahan Didi dengan tertawa lepas.
“Sapa tadi namanya? Didi ya?” ucap Via disela-sela tawanya “Gw tau maksud lo datang kesini”
Didi terdiam kaget. Ia berpikir apakah Aryo telah memberitahukan kedatangannya kepada Via.
“Belive me! Gw udah ngelupain Aryo for good. Kita putus baik-baik, no heart feeling. Everything is alright. No one hurt”
Via tersenyum menatap mata Didi lekat-lekat.
“Lo ngga usah cemburu ma gw. Ataupun merasa tidak enak atau apapun. You deserve married with him”

Didi tetap terdiam. Ia tidak tahu mau berbicara apa.
Via bangkit dan duduk disebelah Didi. Via memegang telapak tangan Didi.
“Percayalah dengan Aryo. He’s the best man on earth. Unfortunally, he’s not for me. Jika lo mengkhawatirkan gw bakal sakit hati ma lo, tenang aja. Gw sama sekali ngga sakit hati. Bahkan gw bahagia sekali Aryo menemukanmu”
Didi menundukkan kepalanya, dan tak lama bahunya pun bergetar. Ia menangis.
Via memeluk Didi dan membiarkan Didi menangis di bahunya.
“Do you know girl? A good man will have a good wife”

“Saya terima nikahnya Diana Dewi binti Arief Sudirahamidja dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 20gr tunai” ucap Aryo lantang.
“Sah?” tanya penghulu kepada para saksi
Semua saksi langsung menjawab serempak “Sah!!”

THE END

As_3d

*Ternyata saya bisa juga bikin series trus the end. hahahaha…. ini repost 8 tahun lalu ya*

Advertisements

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s