Dan aku pun menangis

“Seandainya aku bisa memilih, aku akan memilih dirimu” ucapku getir menahan tangis.

Dia hanya terdiam dan menunduk. Ya. Hanya diam. Aku butuh jawaban! Please God, tell this person to speak and respon my statement!!! Air mataku sekuat tenaga kutahan agar tidak jatuh di pipi.

Entah berapa lama ia menunduk. Suasana restoran yang ramai ini langsung tiba-tiba sunyi senyam seperti dirinya yang terdiam. Aku terus mencengkram gelas mangga menatapnya nanar. Aku benci diamnya. Aku harus mendengar apa jawabannya.

“Tolong aku. Tolong aku keluar dari situasi ini” ucapku lagi bergetar.

Ia mengangkat wajahnya dan menatapku lurus. Tatapannya tidak seperti biasanya yang hangat dan penuh cinta, kali ini ia tampak seperti putus asa.

“Tidak bisa, sayang. Aku tidak bisa menolongmu”

Aku membuang muka. Berani-beraninya ia masih memanggilku sayang tapi tetap tak bisa menolongku. Orang bodoh!!! orang bodoh yang sangat kucinta.

“Orang tuamu adalah orang yang membesarkanmu. Mereka lebih tahu apa yang terbaik buatmu. Bukan aku. You owed them a lot. Mungkin seisi dunia kamu serahkan kepada mereka, belum tentu hutangmu lunas”

Air mataku tumpah. Aku menutup wajahku. Aku segugukan. Kata-katanya benar. Tapi apakah ini berarti aku tak bisa memilih? Hidup itu pilihan bukan?

Tangannya mengelus kepalaku. Aku akan rindu belaian ini. Tangisku malah semakin menjadi-jadi mengingat aku akan kehilangan ini semua.

“Aku percaya inilah yang terbaik. Aku akan selalu menyayangimu. Mungkin kita tidak bisa hidup bersama. Tapi menjadi sahabat mungkin lebih baik dibandingkan menjadi pasangan”

“Aku ingin bunuh diri” ucapku disela-sela tangisku

“Itu tak menyelesaikan masalah” ucapnya

“Apa aku harus pergi ke dokter” aku melepaskan tanganku yang lengket oleh air mataku dan menatapnya nanar.

Ia menggeleng. Ia lalu memelukku. Pelukan hangat. Oh tidak. Aku yakin ini pasti pelukan kami yang terakhir. Aku semakin menunduk dan menunduk dalam pelukannya. Seandainya saja aku dilahirkan sebagai seorang pria, atau ia yang seorang pria, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi.

Aku mencintainya. Apakah itu salah?

As_3d

*lumayan inget pas buat ini. terinspirasi oleh temen yang patah hati, trus sok latah ikutan nulis kek dia sekitar 7 tahun lalu. hehehe*

Advertisements

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s