Berakhir sebelum mulai

Kulangkahkan kakiku dengan cukup berat memasuki rumah itu. Entah mengapa suasana hatiku sangat buruk. Siang panas menyengat tidak membuat hatiku yang kelabu menjadi cerah. Bahkan suasana siang membuat rasa marah semakin bertambah. Marah kepada siapa? Akupun tak tahu

***

“Gw bodoh ya Di?”

Aku menaikan alisku. Heran.

“Ada apa Ne?”

Rine tersenyum sedih. Ia menghela nafas sebelum bercerita

“There’s a guy. He madly in love with me”

“Good for you” ucapku penuh senyum,tapi Rine tetap tidak tersenyum

“But… ?” tanyaku

“I even don’t like him. He’s too perfect to be true. Dia pria idaman semua wanita. He’s kind a guy who’s open his car when you want to enter it. He’ll take your bag when it’s too heavy for you and he’ll do everything if you asked him to”

Aku terdiam.

“Lo kan tau, gw punya Mike. He’s love of my life. Meski tidak se baik pria ini,tp gw sangat mencintainya”

Rine terdiam. Wajahnya tidak terlihat sedih sekarang, tapi bingung.

“Ya sudah, kasih aja pria itu ke gw” ucapku asal sambil tertawa ringan

“Awalnya gw mau jodohin lo ke dia. Sayangnya dia cinta mati ma gw” jawab Rine dengan tawa

Tawaku berhenti secara perlahan. Hatiku miris merasakan ucapan Rine.

“Tenang Di, klo dia ke Jakarta,gw akan kenalin lo ke dia”

“Really? You’re soo sweet”

***

“Kamu?” Jun melotot menatapku kaget “Ngapain disini?”

Aku menaikkan sebelah alisku kesal.

“Kenapa? Ga boleh?”

Aku berjalan terus memasuki rumah itu. Kekesalanku semakin bertambah. Jun memegang tanganku mencegahku masuk rumah.

“Aku bertanya” desis Jun dengan nada menahan amarah di telingaku. Aku membenci jika ia melakukan hal itu.

“Lepaskan!” desisku dengan menatap marah matanya.

Suara Rine menyapaku memecahkan ketegangan antara diriku dan Jun. Dengan cepat Jun melepaskan tangannya.

“Hei, Kalian udah saling kenal?” ucap Rine menunjuk kepada diriku dan Jun.

Aku melirik kearah Jun,dan ternyata ia melakukan hal yg sama, melirikku. Wajah Jun berubah menjadi bingung.

“Sudah, Ne” jawabku akhirnya “Dia sodara jauh gw”

Rine tersenyum kaget.

“What a small world!!”

Aku mencoba tersenyum selebar mungkin menutupi kebohonganku.

“Kalian temen lama?” ucap Jun akhirnya dengan serak parau

“Kita sahabat sejak kuliah” ucap Rine ceria “Dan Dian adalah cewek yang awalnya mau gw kenalin ma lo, Jun”

Entah bagaimana ekspresi wajahku saat Rine mengatakan itu.

“Eee… Ternyata kalian masih sodara” ucap Rine sambil tertawa ringan

Kaget. Tubuhku tidak bisa bergerak. Kaku. Bahkan aku tidak sanggup menoleh untuk melihat ekspresi Jun, pria yang menolak perjodohan kami, ketika mendengar ucapan Rine.

As_3d

*Repost dari multiply, ke facebook dan kemudian kesini. Aslinya dibuat tahun 2008*

Advertisements

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s