Malam Ini Hujan, Sayang

Wanita itu duduk dihadapan jendela kamarnya, memandang bulir-bulir air hujan yang berebutan turun dari atas ke bawah jendela. Beberapa kali wanita itu terkikik sendiri karena melihat pemandangan air itu.

“Ada yang lucu, sayang?” pria itu menghampirinya dan duduk di tangan sofa yang wanita itu duduki. Tangan pria itu mengelus lembut kepala wanita itu.

Wanita itu tidak menjawab, ia hanya mengarahkan telunjuknya ke jendela dan mengikuti arah bulir air yang turun di jendela itu, lalu ketika bulir itu menghilang, ia terkikik kembali.

Pria itu mendekatkan kepala wanita itu ke dadanya dan mencium kepala itu, lama. Tak terasa air mata pria itu mengalir dari pipinya dan jatuh keatas ubun-ubun wanita itu. Wanita itu tetap memperhatikan bulir-bulir air dan tak mempedulikan rambutnya yang terkena air mata pria itu. Telunjuk wanita itu tetap menempel di jendela dan mengikuti bulir air hujan.

Pria itu melepaskan pelukannya ke kepala wanita itu dan perlahan berdiri meninggalkan kamar. Ia menyeka air matanya. Air mata yang sia-sia.

Wanita lain yang melihat mereka dari depan pintu kamar, berkaca-kaca. Ia langsung memeluk pria itu begitu pria itu mendekatinya.

“Doddy…” isak wanita itu

Pria itu membiarkan wanita itu memeluk badannya, walau tangannya tetap berada di samping badannya.

“Aku tidak tahan melihatmu menderita seperti ini, Dod.” ucap wanita dengan terus memeluk erat pria itu. “Kamu harus move on.”

“Saya tidak bisa.”

Wanita itu melepaskan pelukannya dan menatap wajah pria bernama Doddy itu. “Maksudmu? Kamu akan tetap bersama dia?” suara wanita meninggi.

Doddy mengangguk. “Apapun yang terjadi, dia lah wanita satu-satunya dalam hidupku.”

“Maksudmu? Aku itu…” suara wanita itu bergetar.

“Maaf.” Pria itu menghela nafas. “Kamu adalah sensansi terindah, sementara dia adalah kenyataan terbaik.”

Pria itu menoleh dan menatap wanita kurus yang masih terpaku dengan pemandangan hujan di luar rumah.

“Malam ini, malam kesukaannya. Malam ketika hujan menyentuh bumi yang kepanasan.”

Wanita di hadapan Doddy menunduk dan kembali menangis.

 

As_3d

*sometimes love is isn’t enough*

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Mumble-ing