Namaku Carla!

Carla menatap cemas layar ponsel pintar touchscreen miliknya. Menunggu sebuah kata atau kalimat dari pria yang beberapa hari ini menghiasi hari-harinya.

PING

Ponselnya bergetar, dan Carla pun tersenyum. Ia membuka kunci ponselnya dan membaca beberapa kata dari pria yang ia panggil dengan sebutan mesra, Jangkrik. Kenapa Jangkrik? Kenapa tidak seperti orang kebanyakan yang menyebutkan kekasihnya  Panda, Teddy, Bunny atau binatang yang unyu-unyu lainnya?

Satu alasan Carla, karena pria bernama asli Angga itu membosankan!

“Sudah dimana Pino?”  begitu ketik Angga di layar ponsel milik Carla.

Wajah Carla cemberut, ia harus menerima panggilan “Pino” yang berarti Pinokio, sebuah ejekan yang ditujukan Angga karena pria tersebut bisa mengetahui jika Carla berbohong. Menurut Angga, hidung Carla pasti akan membesar jika ia berbohong, persis seperti Pinokio. Carla menerima “hinaan” itu dengan legawa karena dengan begitu ia bisa balik “menghina” Angga dengan kata-kata “jangkrik”.

“Sudah sampe, krik! Nggak sabaran banget yah. Annoying deh!” ketik Carla emosi.

“Oh sudah sampe yah? Aku ada di balik papan iklan. Pake baju putih, yang paling cakep. :p” sebuah balasan diterima Carla. Carla mendengus kesal. Menyesal kenapa dia bisa terjebak dengan pria narsis seperti Jangkrik ini. Terlebih, ia harus menempuh perjalanan beratus-ratus kilo dari rumahnya hanya untuk bertemu dengan pria ini.

Carla turun dari mobilnya dan memasuki tempat yang menurut informasi Angga adalah tempat gaul anak-anak muda di kota itu. Carla tidak begitu menyukai keramaian dan asap rokok, dan tempat itu penuh dengan asap rokok. Carla yakin sekali bahwa Angga yang ia kenal bukanlah seorang perokok, tapi mengapa harus bertemu di tempat seperti ini? Ia tidak tahu alasannya. Dengan langkah berat, Carla menuju tempat duduk Angga.

“Hai Pino!” Angga melambaikan tangan ke Carla dan menunjuk kursi disebelahnya. Angga tidak sendirian saat itu, ada beberapa pria duduk di hadapannya.

“Hai om Jangkrik!” teriak Carla sekeras mungkin untuk menarik perhatian teman-teman Angga.

Sekilas wajah Angga kesal, tapi ia dengan senyum licik memperkenalkan Carla ke teman-temannya. “Perkenalkan ini Pinokio, guys.”

Carla melirik marah menatap Angga. “Maaf, nama saya Carla,” ketusnya. Carla tetap membiarkan tangannya disamping badannya.

Angga tertawa. “Iya, Carlapino!!”

“Pinokio? Berarti hidungnya mancung terus dong?” goda salah satu teman Angga sambil mengedipkan matanya ke Carla.

Tawa Angga semakin mengeras, sementara kuping Carla semakin memanas.

“Puas telah membuatku marah, Ga?”

Angga tersenyum geli dan mengedip-kedipkan matanya. “Pino marah yah?”

Carla berdiri kaku dan mengela nafas kesal. Ia langsung berbalik dan berusaha meninggalkan kerumunan pria dan tempat berasap itu secepat mungkin.

“Hai, Pino!” Angga berusaha mengejar Carla. “Jangan ngambek dong. Ih kek anak kecil aja ngambekan. Apa perlu dibelikan balon? atau permen?”

Carla berhenti melangkah tiba-tiba dan membuat Angga terlonjat kebelakang.

“Maaf, nama saya Carla, bukan Pino!” bentak Carla.

“Iihhh gitu aja ngambek. Kan itu panggilan sayangku.” Angga tertawa dan mengedipkan sebelah matanya dengan genit.

Mungkin jika situasinya berbeda, ucapan Angga bisa membuat hati Carla berbunga-bunga. Membuat Carla semakin melambung akan harapan terhadap Angga. Tapi kenyataannya,  gadis cantik itu berada dalam kondisi yang amat sensitif.

“Terima kasih atas penjelasannya. Dengan begitu saya sangat yakin tidak cocok menjadi sayangnya anda.” ucap Carla dengan nada seformal mungkin.

Carla kembali ke mobilnya dan tidak menghiraukan Angga yang masih berdiri mematung menatap kepergiannya.  Carla tiba-tiba mengingat sebuah nasehat dari seseorang yang menyebutkan dirinya, Dokter Cinta.

Jika kekasih anda masih memanggil anda dengan nick name, dan sangat jarang sekali memanggil anda dengan nama asli anda, percayalah, ia masih kekanak-kanakan dan belum siap untuk berkomitmen. There’s a big thing to called your lover with their own name in relationship.

Carla menatap kaca spion tengahnya dan menatap Angga yang masih berdiri mematung.

“Goodbye, Jangkrik!”

As_3d

12 Comments (+add yours?)

  1. ochin
    Oct 07, 2011 @ 00:40:17

    wah, kalau panggilan sayang ketika berumah tangga? bukankah menambah kedekatan?😀
    ini case berlaku saat komitmen itu sudah dinyatakan di awal

  2. zadika
    Oct 07, 2011 @ 01:01:27

    @ochin jika sudah berumah tangga itu tandanya sudah mengikat janji di hadapan Tuhan, jd ikatan komitmennya sudah kuat. Mau manggil apapun yaaa trserah. Hahahaha

  3. Fitria
    Oct 07, 2011 @ 02:50:36

    ummm is it why he changed from calling me ‘Kaka’ to ‘Fit’ everytime we chat in BBM? Blah GR amat gue hahahahaha…tapi iya ih apa banget manggil pake nama unyu2an, kaya ababil! xD

  4. zadika
    Oct 07, 2011 @ 03:02:11

    @fitche Saya doakan geer fitche menjadi suatu kenyataan dan bukanlah perasaan semu semata. Semangka kaka!!!😉

  5. Fitria
    Oct 07, 2011 @ 03:26:46

    thank you sweet author :* btw pernah nemu ga ababil2 atau temen2lo yang baru pacaran aja panggilnya mami-papi, ayah-bunda? howwweeeekkkkssss hahaha…

  6. zadika
    Oct 07, 2011 @ 03:32:26

    @fitche sering. hahhaaa…. yaaa biarkan lah mereka menikmati masa-masa ke-labil-an mereka. yang wis tuek sadar diri😛

  7. naishakid
    Oct 07, 2011 @ 03:33:00

    Aku dong! Cuma dipanggil ‘yang’, atau ‘akid’. Artinya apa, bu dokter? (´._.`)

  8. zadika
    Oct 07, 2011 @ 03:41:20

    @akid *pelukpelukdulusebelumkomen*
    Berarti itu tandanya dek indra nya sayang sama dek akid…. #kalem #sebutmerk

  9. soffi
    Oct 07, 2011 @ 03:41:40

    cieeeh fitce, lah ko jadi komen-in fitce? maaf… eniwei, ceritanya asik, singkat, jelas, padat.. good jooobb😉

  10. zadika
    Oct 07, 2011 @ 03:47:23

    @Soffi makasih teteh soffi.

  11. sittyasiah
    Oct 07, 2011 @ 14:43:26

    huahahahaha… ini tuh lo banget yak galaknya :))

    Gue kayaknya bisa dibilang nggak pernah lagi panggil nama deh, panggilnya sayang. Terakhir panggil nama pas pedekate kayaknya hehe😀

  12. zadika
    Oct 07, 2011 @ 14:59:48

    @asiah wakakaaaaaaaa ketauuan!!!!!
    Yaaaa ‘sayang’ bukan nick name, tp ungkapan. Klo pas pdkt ga pernah panggil nick name aneh2 tandanya mang pria tsb serius (imho)

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Mumble-ing