Reality on Show (bagian Pertama)

Howdy!!!

Saya dan Nina kembali lagi mainan #Certwit semalam, cuma berhubung saya mati listrik dan Nina harus menerima telpon, maka #Certwit edisi kedua ini rada bersambung. Yang tulisan miring adalah posting dari @keDINGINan dan yang tulisan tebal adalah posting dari @Zadikalexander. Silahkan baca dan jangan lupa berkomentar yaaa…

***

Mall itu ramai dengan pengunjung di akhir pekan ini. nampaknya memang orang jakarta sudah tidak memiliki tujuan lain untuk rekreasi #certwit
Aku menggenggam tangannya. aku bisa merasakan emosinya melalui genggamannya yang tak bisa diam, nampaknya dia sungguh2 gugup #certwit

Aku menoleh menatap wajahnya. Wajahnya membuatku tenang. Entah apa jadinya diriku jika tidak ada dia #certwit
Ia mengeraskan genggamannya, meyakinkanku bahwa semua baik-baik saja. Aku mengangguk dan mendekatkan kepalaku ke dada bidangnya #certwit

Ku membelai kepalanya saat ia bersandar padaku. rasanya bangga sekali, ia cukup yakin untuk bisa bersandar padaku…. #certwit
Kami berjalan ke arah Kafe Hermes, kafe baru di pusat perbelanjaan itu. seorang pria dan wanita sedang duduk menunggu kami #certwit

Aku menarik nafas panjang ketika aku melihat pasangan itu duduk di cafe itu. Jantungku semakin berdebar dengan kencang #certwit
Sang pria langsung bangkit ketika kami datang, sementara yang wanita tetap duduk di kursinya dan menatapku curiga #certwit

Andre, pria yang menunggu kami, langsung bangkit waktu kami mendekat dan menjabat tanganku. “hai, apa kabar?” katanya #certwit
“Yo, Ini Andre, temenku..” aku mendengar suara gadis di sblhku bergetar waktu memperkenalkan kami. aku menyambut tangannya, “Leo.” #certwit

Aku benar-benar gugup. Apakah Leo menyadari hal itu? Aku berusaha tersenyum dan melirik ke wanita di sebelah Andre #certwit
“Oya,perkenalkan.Ini Mimi,istriku” ucap Andre. Wanita itu tersenyum sekilas.Ia bahkan tidak bangkit untuk berjabatan dengan kami #certwit

Aku tersenyum sekedarnya kepada Mimi, dan menarik kursi untuk gadisku dan duduk disebelahnya. Andre memanggil waiter di kafe itu #certwit
Setelah memesan minuman dan makanan kecil, aku membuka pembicaraan. “Aku selalu penasaran sama kamu Dre, dia sering cerita soal kamu” #certwit

Jantungku seakan berhenti. Belum lima menit kamu duduk di cafe itu, Leo seperti menyatakan perang kepada Andre. #Certwit
“Andre juga sering menceritakan tentang kamu, Si” Mimi berkata tiba-tiba dan menatapku sinis. Mulutku semakin terkunci #certwit

Mimi benar2 nampak tak bersahabat, tapi Andre tetap terlihat tenang. bagus. pria sejati memang harus begitu. #certwit
“Ya wajar kan, kami memang dari dulu teman dekat kok.” Andre menjawab kalem. kami mengobrol santai, tp para wanita memilih bungkam #certwit

Teman. Baguslah kalo Andre menganggapku teman. Mimi masih tetap menatapku sinis. Kenapa dia sepertinya membenciku? #certwit
“Andre sayang, bagaimana kalau kamu mulai ceritakan alasan kita datang kemari ke Sinta dan Leo?” desis Mimi. #certwit

Andre menatap istrinya tajam, tapi Mimi seakan tak membaca isyarat itu. suasana meja kami jadi sedikit canggung #certwit
“Jadi begini, kami di sini cuma ingin memastikan….” kalimat Andre terpotong saat waiter bernama Alvin membawa pesanan kami #certwit

Andre mendehem. “Kami ingin minta bantuan kalian” Andre menatap istrinya, dan Mimi melipat tangan di dadanya #Certwit
“Kami ingin kalian menggantikan kami sebagai peserta di acara ini” Mimi mengeluarkan kertas hitam dari tasnya #certwit

Aku dan Sinta bertatapan heran, dan Sinta mengambil kertas itu. Ia tampak terkejut membaca isinya, sedangkan aku masih bertanya2 #certwit
“HOW DEEP IS YOUR LOVE? BUKTIKAN SEBESAR APA CINTA ANTARA KAMU DAN DIA!” aku semakin tak mengerti alasan mereka memanggil kami #certwit

Aku menatap pasangan muda itu dengan heran. Andre tersenyum menatapku. “Itu acara reality show berhadiah 10 Milyar” #certwit
“Harus pasangan yang ikut acara ini. Peraturannya mudah. Kalian hanya perlu berganti kelamin” ucap Mimi sambil tersenyum #certwit

Aku melongo mendengar perkataan Mimi. “lalu kenapa kami harus menggantikan kalian? bukankah kalian yang terpilih?” #certwit
“Sinta, Leo, aku sakit.. Selasa depan aku harus berangkat ke singapura, sedangkan acara ini terlalu sayang dilewatkan” kata Andre #certwit
Mimi melanjutkan “kami pikir kalian cocok untuk menggantikan kami. Bagaimana?” Aku menatap Sinta. Ia juga sama bingungnya. #certwit
“Kami akan putuskan nanti” jawab Sinta. “Sekarang, kami nampaknya harus pergi. Senang bertemu kalian” Sinta bangkit dan menarikku #certwit

To Be Continue…

***

Created By Astrid Dewi and Nina Josephina

2 Comments (+add yours?)

  1. GaL
    Aug 26, 2010 @ 09:16:40

    Wah… ini awalnya seru… tapi kok jadi reality show sih cin?hihihi
    ayo ayo lanjutkan!!!

    apalagih ada Kafe HErmes dan Alvin LOL!

  2. zadika
    Aug 26, 2010 @ 15:48:52

    ini karena keterbatasan sumber daya hape, jadi ketemu inet dulu baru bs nerusin klo dari sisi saya. smoga aja ngga jadi sinetron, dan baik sayah n nina bs nyelesein ^^v

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Mumble-ing