(Series) Kata dari pendengar

Ia marah!
Ia merasa diperlakukan tidak adil.
Ia pun mengambil sikap
DIAM
Entah untuk yang keberapa kalinya ia menanamkan sebuah sugesti
PRIA ITU PEMBOHONG!!!

***

“Rangga” ucapnya penuh senyum dan menjabat tangannya dengan erat.
“Raisya” ucapnya malu-malu
“Tinggal dimana, sya? eh boleh kan aku panggil dengan panggilan Sya?”
Ia mengangguk malu-malu. Ia yakin saat itu wajahnya bersemu merah.
Wanita mana yang tidak tersipu-sipu di sapa oleh pria ganteng, ramah, baik hati, pengusaha muda dan mempunyai warisan yang belum tentu habis 4turunan. Salah satunya dirinya.
“Di Pondok Indah” ucapnya pelan
“Seriously?” Rangga terkejut “Rumahku juga disana. Aku antar pulang ya nanti”
“mmm… bukan di kompleks elitnya. tapi di pinggirannya”
Rangga tertawa lalu memeluk bahunya dengan santai “Aku juga ngga”

***

Ia terdiam.
Ia bahkan tidak tersenyum.
“Kamu harus tetap disini. Kamu mengurus semua urusan kantor hingga beres. Jika semua sudah beres, baru minggu depan kamu boleh ke Bandung”
Ia terdiam
“Mengerti?”
Sekilas ia memutar bola matanya mendengar ucapan Rangga.
Rangga tetap menatapnya lekat-lekat
“Kamu makin cantik ya?”
“Apa sudah selesai?” ucapnya sambil bangkit dari duduknya
“Belum”
“apa lagi?”
“Aku kangen denganmu”
Ia langsung membanting note yang ia bawa ke meja Rangga. “Terima kasih. saya punya banyak pekerjaan bukan, pak?”
Ia berbalik dan mulai menyesal telah mengenal pria itu

***

“Halo”
“Ya?”
“Aku tidak jadi ke Bandung”
“Yaah…”
“Aku kecewa”
“Sabar ya dear”
(ia mulai menangis)
“Kamu nangis dear?”
“Maaf. Aku selalu menangis jika menelponmu”
(helaan nafas terdengar)
“Entah napa, setiap berbicara denganmu, aku ingin menangis”
“Aku akan selalu ada untukmu dear. Maaf jika aku hanya bisa menjadi pendengar yang baik dan mulutku tak mampu memberikan nasihat bijak untukmu, dear”
(Isakan tangisnya semakin menjadi)
“…”
“Aku sudah bosan. Aku sudah muak”
“Aku bisa merasakannya dear. Sabarlah. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang terjadi besok, bukan?”
Aq siap mmbrkn telingaku meskipun “maaf” jika mulutku tak mampu memberi nasihat bijak utkmu.. ^^
Ia terdiam
“Berdoa dan bersabar. Dan satu lagi. Positif thinking, dear. Allah pasti memberikan yang terbaik untukmu”
“Terima kasih sahabatku. Kau selalu saja bisa menghiburku”
“Sama-sama dear. That’s friends are for. So cheer up. I know you will have the best”
“Thanks, sis. Sekarang, apakah dirimu mempunyai teman pria yang bisa kau kenalkan kepadaku?”
Tawa dari seberang sana membahana

to be continue

As_3d

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Mumble-ing