Raksasa besar di barat jawa

Beberapa hari lalu, Alhamdulilah mendapatkan kesempatan langka mengunjungi sebuah pabrik mega besar yang berada di ujung barat Jawa milik Republik Indonesia. Yap! Tak lain dan tak bukan Krakatau Steel. Sebuah BUMN terbesar yang akhir-akhir ini dilanda gelombang, seperti layaknya gelombang naik turun di selat Sunda tak jauh dari pabrik besar itu berada.

Visiting plant, merupakan bagian ‘cukup’ wajib dari mata kuliah (cah ilah… mpe sekarang masih kuliah?basi ngga se? hehehehe) Operation Fundamental yang kupelajari 4 bulan terakhir. Alhamdulilah, diriku dan teman-teman sekelasku beruntung mendapatkan dosen yang juga merupakan salah satu komisaris dari PT. Krakatau Steel. (^,^)v

Meski hari sebelumnya, ralat, malam sebelumnya kami harus pulang jam 22.15 karena tugas akhir mata kuliah lainnya. Kami malam itu sampai ‘diusir’ oleh satpam kampus dengan semua lampu kampus dimatikan (image it!! How scary is it?) Tapi, pagi ini, kami sekelas semangat datang ke kampus, bahkan ada yang datang dari jam 6 lewat. (Dengan wajah muka bantal semua… hehehehe)

(Basi deh cerita ttg keberangkatan kami… Back to the topic : Krakatau Steel)

Krakatau Steel (KS), mempunyai luas hampir 3000 hektar, itu berarti 1/3 dari Cilegon merupakan kompleks dari KS. Mereka mempunyai banyak anak perusahaan sampai cucu perusahaan (hehehe), mulai dari Pembuatan Baja, Pembangkit tenaga listrik, Penyuplai air bersih untuk Cilegon hingga dermaga distribusi (hampir seperti tanjung priok / tanjung perak, tapi ini distribusi baja).

Manajement KS yang menerima kami, menjelaskan, mereka sangat jarang sekali menerima tamu kunjungan seperti layaknya kami hari ini. Sebagai catatan, rombongan kami ada 45 orang yang terdiri dari dua kelas Operation Fundamental. Dan, salah satu alasan ‘terselubung’ dosenku memasukkan kami ke KS adalah untuk menunjukkan ke kami bahwa KS adalah aset Indonesia yang berharga dan tak patut dijual.

KS merupakan pabrik baja TERBESAR di ASEAN, saat ini sedang dilirik oleh tycoon Baja Lakmi Mital untuk dibeli. Hal inilah yang dikhawatirkan para (Broad of Director) BoD dan BoC (Broad of Commissary) PT. KS, juga para penduduk Cilegon.  Jika KS sampai dijual ke pihak asing, itu sama saja Indonesia kalah. Masih ingat dengan kasus Indosat? DPR menyutujui kongkalikong menteri BUMN saat itu dengan pihak asing untuk menjual salah satu BUMN telekomunikasi, yang notabene merupakan aset Indonesia. Ckckckck…

Sedang untuk Cilegon? Tidak bisa dipungkiri lagi. Semenjak otonomi daerah, para pemimpin daerah  gencar membuat daerahnya maju. Dan, apa sih arti Cilegon tanpa KS dan daerah wisata anyer-caritanya? Belum lagi, Kompleks KS menempati 1/3 dari luas Cilegon. Menurut cerita, para pemilik tanah yang saat ini dipunyai KS, rela tanah mereka diambil oleh negara secara cuma-cuma, demi dibangunnya pabrik baja terbesar se ASEAN itu. Ketika wacana ini bergulir dan diketahui publik, para ahli waris pemilik tanah dan seluruh masyarakat cilegon mengancam akan meluluh lantahkan KS menjadi tanah jika benar-benar dijual ke pihak asing. Ckckckckckck…

Setelah beberapa saat dijelaskan tentang kegiatan operasional KS oleh BOD, kami kembali menaiki bus, yang membawa kami dari Jakarta, untuk berkeliling ke beberapa pabrik pembuatan billet baja, roll baja dan pelet baja.

Pertama, kami dibawa ke tempat pembuatan pelet baja, yaitu tempat proses dari besi (fe) 50% menjadi fe 70%. Lalu kami dibawa ke tempat pembuatan billet baja. (ada istilahnya, mohon maaf, saya lupa istilah2 ‘keren’nya. Hihihihi), dan terakhir, seharusnya kami dibawa ke tempat penipisan baja hingga sampai setipis silet. Tapi, pabrik tersebut tidak beroperasi hari ini.

Kami sempat berpikir heran. Koq bisa tidak beroperasi hari ini? Karena sebelumnya mereka telah menjelaskan bahwa proses-proses pembuatan baja itu selama 24 jam penuh. Tapi, karena waktu telah menunjukkan waktu makan siang, kami tak terlalu berkomentar. Kami pun diantar kembali ke gedung pertemuan di Hotel bintang 3 milik KS untuk makan siang.

Setelah makan siang, kami pun dijelaskan. Karena krisis global, yang dimulai ketika ekonomi Amerika anjok, maka dampaknya adalah KS mengalami penumpukan finished good / barang jadi. Finished good itu telah dipesan oleh pelanggan KS, tapi belum diambil-ambil juga, hingga menumpuk. Demi menghemat, maka produksi pun dihentikan untuk sementara. Sedangkan dalam financial KS, terjadi outstanding (pelanggan yang hutang/piutang dagang) yang sangat besar.

Sangat kasihan sekali. Tragis…

Inilah salah satu contoh real kelabilan situasi ekonomi Indonesia. Ketika nilai dolar menguat, nilai rupiah lemah, tapi mengapa ketika dolar melemah, nilai rupiah tambah melemah? Kapan majunya negara ini? T_T

Ada cerita menarik yang disampaikan tadi siang oleh salah satu BOD KS.

Ceritanya, ada seorang pria dari Indonesia pergi ke salah satu bank besar di New York. Ia ingin meminjam $5.000 untuk pulang ke Indonesia selama dua minggu. Pihak bank pun meminta jaminan kepada pria itu. Pria itu menjawab bahwa jaminannya adalah sebuah Lamborgini keluaran terbaru dengan harga $250.000, yang terparkir di halaman depan bank. Pria menyerahkan kunci mobilnya berserta surat-surat mobil. Pihak bank pun tertawa mendengarnya, dan mengira betapa bodohnya pria Indonesia ini yang hanya meminjam $ 5000 dengan jaminan sebesar $250.000. Bank tersebut menyutujui pinjaman sang pria dan memberikan $5000 kepada pria tersebut. Dua minggu kemudian, pria itu kembali ke New York. Ia mengembalikan $5000 dan bunga sebesar $1.500 kepada bank. Tindakannya ini menjadi gunjingan dan olokan orang-orang New York. Salah satu teman pria tersebut memberitahukan, bahwa seharusnya jika ia mau meminjam, maka pinjamannya minimal 80% dari nilai jaminannya. Sang pria itu tertawa mendengar nasihat temannya itu. Dia berkata “Saya tidak pinjam uang. Saya hanya membayar biaya parkir sebesar $1.500 kepada bank tersebut.  Karena parkir di New York lebih mahal dari itu”

(^_^)v

as_3d

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Mumble-ing