Nasi bungkus yang terlupakan

Hari ini (7 agustus 2008) aku mendapatkan suatu pelajaran berharga. Alhamdulilah…

Kejadiannya berawal ketika aku sampai dipenghujung jembatan penyebrangan di depan Hotel Sari Pan Pasifik. Didepan tangga ada seorang wanita tua dengan penampilan acak-acakan langsung memanggilku meminta makanan. Duh miris sekali aku memandangnya. Akupun berpikir “Duh uangku di kantong hanya cukup untuk naik bis ke kampus. Keluarin uang dari ransel, ribet. bawaan banyak, mana bawa laptop. duh maaf ya” ucapku dalam hati. Akupun mengabaikan wanita itu dan terus melangkah menuruni jembatan itu.

Tak lama, aku pun menaiki bus AC satu-satunya yang melewati kampusku. Alhamdulilah dapat duduk. Tapi pikiranku terus membayang kewajah wanita itu. Wanita itu sering kulihat tidur-tiduran di jembatan penyebrangan itu. Aku memang tidak pernah memperdulikan dirinya. Terlebih ada fenomena pengemis menjadi suatu pekerjaan, yang berangkat pagi pulang sore dan lebaran juga ikut pulang kampung. Sungguh mengenaskan.

Akupun mulai serasa mengantuk duduk menunggu hingga sampai tujuanku. Kulihat jam di tanganku. Sudah jam 6 sore. Sudah magrib. Tumben perut tidak meronta-ronta minta diisi. Lalu kuingat bahwa siangnya aku mendapatkan makan siang gratis dari bos yang ultah. Berarti roti yang kubawa tadi pagi masih utuh. Tunggu sebentar! Aku juga bawa bekal makan siang!

Astaghfirullah…
Kembali aku teringat wajah wanita gelandangan di jembatan. Ya Allah!! Aku lupa sama sekali. Aku terlalu terburu-buru keluar dari kantor karena ingin mengejar magrib sampai kampus. Harusnya aku bisa kasih makanan bungkus itu ke wanita itu, lagipula aku sudah cukup kenyang. Jika kupaksakan makan, bisa eneg. Jika dibuang? Wah mubajir, dosa. Spontan aku mengeluarkan istighfar berkali-kali dengan suara agak keras hingga mengagetkan penumpang disebelahku.

Duh!! Payah. Pikun. Gerutuku dalam hati. Lalu kuambil bungkusan makan siangku keluar dari ransel dan kutaruh di tas jinjingku. Dalam hati langsung niat, kalau ketemu pengemis ataupun gelandangan dijalan langsung kuberikan kepadanya. Tapi sampai aku tiba kampus, aku tidak menemukan pengemis ataupun gelandangan.

Aku jadi teringat oleh kata ayahku. “Jika ada orang yang tiba-tiba meminta sesuatu kepadamu, KASIH” dalam hal ini jika orang tersebut adalah pengemis. Seharusnya seperti Siti Aisyah yang jika diminta sesuatu oleh siapapun akan memberikan tanpa memandang dia pejabat ataupun pengemis, kaya ataupun miskin. Huhuhu… aku jelas belum bisa sampai ke tahap itu.

Kemudian kuingat kata-kata penyesalan ibuku “Kalau lagi niat bersedekah, pengemisnya menghilang tiba-tiba. Tapi kalau lagi ngga niat, mereka ada dimana-mana” Aku lalu tersenyum simpul. Inilah yang terjadi kepadaku saat ini… (+_+!!!)

Lalu kutanyakan kepada beberapa teman kuliahku, ada yang belum makan malam. Semua bilang sudah. Lalu kutanya lagi, apa dia jika  pulang  menemukan pengemis dijalan. Rata-rata menjawab tidak. Aku sempet putus asa. Wah, masa makanan enak mau dibuang? Dibuang sayang, dimakan udah ngga selera. Dan akhirnya kupasrah dan kubawa pulang makanan bungkus itu.

Ketika tiba waktu pulang, aku dijemput oleh orangtuaku. Kuceritakanlah kegelisahanku. Ibuku kemudian mengatakan “Yah, mereka banyak dijalan. Tidak usah khawatir” Masa sih? kenapa selama ini aku ngga pernah lihat ya? Aku setiap hari pulang malam, dan kondisi jalan hanya penuh dengan mobil dan motor.

Dan alhamdulilah bener… tidak jauh setelah keluar dari areal kampusku, ada seorang penyapu jalan. Langsung berhenti dan memberikan bungkusan makanan kepadanya. Alhamdulilah… rejekinya dia dan rejeki untukku yang tidak jadi buang makanan.

Alhamdulilah ya Allah… Subbhanallah…
Selalu ada jalan untuk suatu niat baik. Insya Allah.

Thanks 4 read
As_3d

http://treeed.multiply.com/journal/item/186/Nasi_bungkus_yang_terlupakan

Menurutmu cerita ini bagaimana?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Mumble-ing