“Mau pesan apa, mba?”
Nas menatap waiter muda itu dengan tersenyum. Setidaknya di siang panas membara itu, ada seseorang yang menghormati dirinya dengan menyebutnya dengan sebutan “Mba”.
“Coffee” Jawabnya singkat “But just Black! No sugar, No cream” perintahnya
“Hanya itu mba?”
“iya. nanti jika saya mau pesan yang lain, akan saya panggil mba nya”
Waiter muda itu mengangguk dan pergi meninggalkan Nas. Nas beralih ke tas disampingnya. Ia mengambil novel, dan langsung membuka untuk melanjutkan membaca cerita itu. Perhatiannya sempat teralihkan dari buku, ketika waiter yang menyapanya kembali dengan membawa secangkir kopi hitam.
Nas menghirup dalam-dalam aroma kopinya, kemudian menaruh cangkir itu kembali. Ia sengaja biarkan asap kopi itu mengepul dan tidak cepat-cepat meminum kopinya. Ia sangat suka menghirup aroma kopi, terlebih kopi pahit.
“Minum kopi pahit lagi?”
Tanpa diundang, pria itu sudah duduk di sofa dihadapan Nas. Nas tidak berpaling dari bukunya. Ia sangat mengenal pria itu, dan saat itu tidak ada niat untuk mengajaknya mengobrol pria tersebut.


